Di Baptis Roh Kudus dan Api!

Sebuah kesaksian dari Glenn – BHF leader dan Bagaimana dia berjalan dengan Tuhan, Benar –benar telah berubah sejak dia menerima Baptisam Roh Kudus dan Baptisan Api

Menjelang akhir tahun 2015, seorang pria muda bernama Glenn dipimpin oleh Tuhan untuk menghubungi pelayanan kami. Dia begitu putus asa, dia menginginkan Tuhan dan baptisan Roh Kudus, dia mencari dan mengetuk gereja-gereja, dari satu gereja ke gereja yang lain, namun tidak mendapatkannya. Banyak hal berubah sejak dia terhubung dengan pelayanan kami, dan kurang dari 1 minggu dalam mentoring kami, Tuhan Yesus telah membaptis dia dengan Roh KudusNya dan dengan baptisan Api! Dan sejak saat itu Glenn mulai mengalami Tuhan dengan cara yang berbeda, menuntu banyak jiwa datang kepada Kristus. Semua saudara yang membaca kesaksian ini, beginilah seharusnya anda menerima Baptisan. Banyak orang Kristen berhenti didalam rutinitas kekristenan mereka karena tidak menerima baptisan ini. Hari ini ketahuilah bahwa Yesus lebih dari siap untuk membaptis anda! Berkat dan karunia-karuniaNya menunggu anda. BHS di sini untuk memandu Anda memulai perjalanan untuk menerimanya.

dfdfdf


"Hi Teman! Nama saya Garry Glenn Gonzales Almano ( panggil saja saya Glenn). Hari ini saya akan membagikan kepada anda kesaksian saya, bagaimana Elohim telah merubah hidup saya! Saya tiggal di Philippine, sebuah Negara di Asia tenggara. Saya adalah anak tertua di Antara saudara – saudara saya, dan saya hidup sebagaimana biasanya keluarga lainnya hidup di sekitar tempat ini,

hidup di alam liar, di daerah pedesaan, dekat pegunungan. Ayah saya bekerja di kota yang jauh dan ibu saya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Kami punya cukup makanan. Kami mendapatkan beras dari sawah kami.kami bukan orang kaya, kami hidup sederhana.


Saya adalah seorang yang penuh dengan ambisi dan mimpi untuk mejadi orang kaya dalam hidup ini. Penuh harap, karena saya di besarkan dari keluarga yang miskin tetapi saya memiliki kesombongan di dalam hati saya. Saya memiliki hati yang mementingkan diri sendiri. Saya ingin menjadi orang yang terkenal, sesorang yang special dan berbeda dari yang lain, saya ingin di puji oleh semua orang. Sejak saya kecil, saya melihat diri saya tampan, berbakat, dan seorang yang cerdas. Banyak orang mengatakan hal yang sama kepada saya dan itu membuat hati saya bangga. Walaupun saya tampak pendiam dan rendah hati, sekarang saya mengetahui apa yang ada di dalam hati saya. Saya malu terhadap diri saya sendiri karena saya tidak memiliki pakaian yang bagus, saya merasaa sangat iri kepada orang lain karena mereka memiliki penampilan luar yang bagus. Saya begitu perduli dengan pakaian bagus, karena saya ingin para wanita mengagumi saya. Saya ingin menjadi kaya pada masa muda saya, supaya saya tidak menjadi malu. Saya benar-benar putus asa menantikan saat itu datang.


Saya tumbuh dari lingkungan khatolik, dan telah belajar sedikit tentang jalan-jalan mereka. Tetapi …dengan jujur saya mau katakan bahwa, itu tidak berarti sama sekali bagi saya . Saya hanya menaruh percaya kepada agama saya. Semasa kecil saya, saya biasa pergi ke gereja saat minggu-minggu suci datang atau pada saat natal akan datang. Sekolah doa khatolik, hampir semua orang yang ada di tempat ini adalah pengikut ajaran khatolik. Semuanya sangat membosankan bagi saya. Saya tidak tahu banyak tentang Tuhan juga tidak tentang Alkitab. Semua yang saya lihat hanya patung Yesus di salibkan dengan banyak darah dan patung Bunda Maria yang tampak seperti seorang wanita yang tegar. pastor akan duduk dan banyak pelayan akan menemani dalam acara misa. Saya biasanya hanya berdiri, duduk, bernyanyi, berlutut pada saat pastor memerintahkan kami untuk melakukannya. Saya malas untuk pergi ke gereja, karena itu semua membosankan. kami berdoa di sekolah seperti seorang pembaca puisi, itu adalah cara menghafal Doa yang di ajarkan Tuhan Yesus, kami mengucapkan salam Maria, dll.


Secara keseluruhan saya melihat hidup saya tampak baik seperti orang lain juga. Tampaknya Tuhan saya adalah agama saya. Dan tidak ada yang salah dengan saya. Saya tidak memiliki rasa takut akan Tuhan. Mimpi saya hanya ingin menjadi seseorang yang sukses di usia muda, memiliki nama baik, memiliki gelar sarjana, memiliki pekerjaan yang professional, mambuat orang tua saya bangga terhadap saya, dan memiliki istri yang cantik dan anak-anak seperti yang biasa saya lihat di televisi, di sisi lain, saya tidak pernah berpikir tentang TUHAN, tentang Yesus Kristus dan tentang Surga.

Saya telah melalui banyak petualangan dalam hidup saya, seperti dosa yang saya lakukan karena rasa ingin tahu saya. Sejak saya kecil, saya sudah belajar mencuri uang ibu saya, bahkan percabulan di usia kanak-kanak saya. Saya telah kecanduan masturbasi, pornografi, bermain games, homosexuality, dll. Semua ini adalah dosa berat yang memaksa saya untuk datang kepada Tuhan dan meminta pengampunan serta mengetahui kekudusan dan kebenaran.


Saya seperti anak yang hilang yang telah pergi kepada dunia untuk menikmati semua keindahannya. Saya telah melakukan imoralitas seksual dengan kaum gay demi uang. Bahkan saya telah hidup dengan seorang gay hanya demi uang. Itu adalah masa di mana saya masih duduk di bangku kuliah, karena Ayah saya hanya memberikan saya sedikit uang dan saya tidak punya pakaian baru, Hp yang bagus, ataupun laptop, jadi saya melakukan semua hal buruk tersebut. Saya telah menjadi seorang pelacur! Saya penuh dengan rasa bersalah karena dosa dosa dalam hidup saya, yang kemudian membuat saya mengambil keputusan untuk mencari gereja lain untuk bisa berubah. Saya ingin di ampuni oleh Tuhan, di bebeskan dan di luputkan dari hukuman neraka. Tetapi pada saat itu saya merasa ragu untuk pergi ke gereja yang saya tidak ketahui. Saya biasa melewati sebuah gereja di mana di dalamnya penuh dengan anak-anak muda dan saya dapat melihat mereka berbeda dengan gereja saya (gereja khatolik). Mereka sangat bergairah untuk menyembah dan penuh dengan banyak anak-anak muda seusia saya. Dan pemandangan itu telah menarik hati saya, tetapi saya tetap berpegang kepada agama saya (khatolik). Orang-orang mengejek penyembahan yang seperti itu, dan saya tidak ingin di ejek…… sampai suatu hari….


Glenn memberikan hidupnya kepada Tuhan

Suatu hari, seorang teman saya mengundang saya untuk datang ke gereja yang biasa saya lewati. Ketika saya masuk, ada usher yang memberikan ucapan selamat datang kepada saya dengan tersenyum, dan teman saya memperkenalan saya kepada mereka. Malam itu adalah malam ibadah mingguan mereka, hari jumat malam. Saya menikmati perkumpulan mereka, saya merasa tidak menemukan satu musuhpun di dalamnya semuanya adalah orang-orang kudus Tuhan. Saya hanya duduk, berdiri, melihat mereka bernyanyi dengan gembira, dengan suara drum, gitar electric, dan piano. Ada team pemuji berdiri di podium memimpin pujian dan penyembahan. Saya sangat menikmatinya. Bagaimana mungkin tidak ada gereja seperti ini di kampung halaman kami? Saya sudah pasti tidak akan melakukan dosa-dosa yang mengerikan itu jika ada satu saja gereja seperti ini di tempat saya. Saya berpikir bahwa saya telah berada dalam sebuah rumah, yang di mana tidak seorangpun akan membuat saya berkecil hati bahkan dalam kelemahan saya. Sebelumnya saya telah berpikir agama saya adalah benar, tetapi sekarang, saya telah menemukan sebuah tempat bersama-sama dengan anak-anak muda lainnya, dimana saya bisa memiliki kehidupan yang baik, dan melupakan segala penderitaan hidup di masa lalu saya.


Mereka secara tiba-tiba menjelaskan kepada saya tentang Kasih Elohim dari Alkitab. Setelah itu saya berdoa mengucapkan doa pengakuan dosa. Saya telah menerima pemberian Tuhan dan akhirnya Pastor menyatakan bahwa sekarang saya telah di ampuni dan sekarang saya adalah ciptaan baru di dalam Yesus. akhirnya saya bisa pergi ke Surga. Mereka mendorong saya untuk selalu setia bertemu di gereja dan memiliki persekutuan satu sama lain. Kami bermain beberapa permainan dahulu, baru kemudian berdoa, sharing masing-masing kehidupan secara bergantian dan kemudian membaca Alkitab. Saya telah di mentor oleh pemimpin sel group (G12, seperti 12 Murid di dalam Alkitab), dan teman saya memberikan kepada saya Alkitabnya. Saya telah belajar banyak hal dari Alkitab. Sekarang saya selalu berdoa dan membaca Alkitab di pagi hari dengan catatan renungan harian, saya berdoa sebelum makan, dan tidur. Setelah beberapa waktu berlalu saya kemudian menerima baptisan air dan itu adalah hal yang terindah dalam hidup saya. Dan kemudian saya dengan berani memberitakan injil kristus kepada orang-orang di dalam kampus kami. Dengan jujur saya mau katakan bahwa; Saya seorang yang pemalu dan seorang yang suka menyendiri. Bagaimana mungkin saya memberitakan Injil? Itu adalah tantangan besar bagi saya. Sekarang saya telah menjadi manusia yang baru, perlahan melupakan dan meninggalkan kehidupan masa lalu saya.


Kemudian saya menjadi penasaran dengan akhir zaman, pengangkatan dan hari penghakiman, saya benar-benar gugup mengenai hal ini. Banyak yang membicarakan hal tersebut. Pada saat itu adalah th 2012, di mana banyak orang di peringati melalui internet dan televisi mengenai hal tersebut. Mereka bahkan membuat film pada tahun itu. Ada kabar bahwa hal itu akan terjadi pada bulan mei th 2012 berdasarkan Mayan kalender.jadi saya telah menjadi sangat menginginkan untuk memberitakan tentang hal tersebut lewat facebook teman teman saya. Saya update status pada facebook saya mengenai Surga dan Neraka, Akhir zaman dan pengangkatan. Bahkan saya memberitakannya kepada saudara saya dan teman teman saya. Saya telah bagikan hal tersebut pada group kelompok cell kami di facebook. Namun mereka tidak memiliki kata-kata untuk hal tersebut. Saya bahkan berhenti pergi kuliah hanya untuk mempersiapkan diri untuk pengangkatan.


Sampai hari tersebut datang, tidak ada pengangkatan terjadi. Orangtua saya tidak setuju dengan saya. Saya hanya berpikir bahwa nubuatan tersebut tidaklah benar, namun saya tetap percaya bahwa akhir zaman sudah dekat. Jika hal tersebut tidak terjadi pada tahun tersebut, mungkin akan terjadi di tahun-tahun berikutnya. Jadi saya kembali ke kota, kepada segala kesibukan.


Di tempat tinggal kami tidak ada gereja yang lahir baru. Hanya ada banyak gereja katolik. Orangtua saya beberapa kali memaksa dengan mengutuk saya, supaya saya kembali ke agama katolik, tetapi hal tersebut sudah sangat terlambat. Saya telah membaca Alkitab dan saya di kutuki, karena saya bertahan untuk berjalan di jalan yang benar, melangkah ke Surga, dan Yesus adalah jalan saya satu-satunya. Setelah banyaknya perselisihan yang terjadi, akhirnya mereka menyerah. Mereka sekarang telah menerima saya sebagaimana saya telah menjadi. Mereka sudah kehabisan kata-kata untuk saya.


Kemudian saya terus aktif untuk datang ke gereja. Dan pada saat itu saya bekerja part time di fast food sambil kuliah. Saya masih memikirkan tentang tanda-tanda zaman, Surga dan Neraka, juga rapture (pengangkatan). Saya tidak pernah berpikir tentang baptisan Roh Kudus. Saya terheran-heran dengan hal tersebut saat saya menonton youtube. Apa itu? ada hal lain tentang Tuhan yang harus saya ketahui; Apa itu karunia Bahasa Roh, karunia penglihatan, karunia bernubuat ?


Saya ingat sebelumnya, ketika saya dan teman-teman saya berjalan di trotoar, mereka hanya membicarakan pengetahuan mereka tentang aliran Mormon dan gereja sejati yang lahir baru. Mereka semua berasal dari gereja lain. Kemungkinan dari gereja yang mengajarkan baptisan Roh Kudus. Dan salah satunya menyebutkan soal karunia berbahasa Roh. Dia berkata bahwa gereja yang benar adalah gereja yang berbicara Bahasa Roh. Tetapi saya belum mengerti hal tersebut jadi saya tidak pernah memikirkannya lagi. Saya hanya ingat hal tersebut setelah saya menonton khotbah di youtube mengenai akhir zaman. Saya terus bertanya-tanya dalam pikiran saya, dan saya mencari tahu tentang hal tersebut di internet, dan kemudian saya menemukan kebenaran bahwa adalah sangat penting untuk di baptis Roh Kudus. Dan Alkitab juga menyatakan hal yang sama. Tetapi saya tidak memilikinya, bagaimana saya dapat menerima karunia ini?

Dan kemudian saya menjadi belajar banyak tentang Roh Kudus, saya mencoba untuk memberitakan hal tersebut kepada teman-teman di kampus. Saya telah memberitakan tentang akhir zaman, Surga dan Neraka, dll, saya telah posting link artikel tersebut di group facebook kami…. Tetapi mereka tidak ada yang memberikan respon tentang hal itu kepada saya. Saya berpikir mereka sekarang telah membenci saya, mereka mungkin telah berpikir sekarang saya telah berubah ajaran dan mereka tidak setuju. Pemimpin kelompok sel kami telah mencoba menegur saya dengan lemah lembut. Mereka sekarang memanggil saya seorang Kristen yang radikal. Saya tidak mengerti istilah tersebut, jadi saya mulai mencari tahu artinya, dan kemudian saya mendapatkan artinya. Saya berpikir, saya harus berada di gereja yang di penuhi Roh Kudus. Saya telah putuskan untuk berhenti datang ke gereja ini, karena gereja ini tidak mengajarkan baptisan Roh Kudus. Dan sejak saat itu saya merasa lapar akan baptisan Roh Kudus (Markus 1:8)


Saya telah membaca kesaksian tentang Surga dan Neraka. Saya telah membaca banyak kesaksian seperti Agelica Zambrano, Choo Thomas, 7 Columbian anak-anak muda, Mary K. Baxter dan banyak lagi yang lainnya. Saya terkejut bahwa Yesus Tuhan dapat berbicara kepada orang-orang bahkan sampai hari ini melalui karunia-karunia Roh kudus. Saya ingin mendengar apa yang di katakan Tuhan kepada kita. Sejak saat itu, saya ingin mendengarkan suaraNya juga.


Pada th 2013, saya mencari gereja yang di penuhi Roh Kudus di kota, namun tidak tahu di mana saya bisa menemukannya. Pada saat itu saya tinggal di kota yang jauh dari kota asal saya, saya hidup mandiri, saya bekerja sambil kuliah. Saya sendirian dan bebas dari orangtua saya. Di kamar dimana saya tinggal saya mendengar suara seperti pujian penyembahan sedang berlangsung di atas gedung lantai 5, sangat dekat dengan rumah dimana saya tinggal. Saya menjadi penasaran akan hal tersebut dan memutuskan utuk pergi ke gereja tersebut. Saya melihat papan nama mereka dan saya naik ke atas. Dan ketika saya sampai di tempat mereka, saya melihat mereka semua bernyanyi dan menari, itu adalah ibadah minggu mereka. Ketika mereka melihat saya, mereka tersenyum kepada saya dan mempersilahkan saya untuk duduk. Saya senang melihat mereka, dan situasi tampak sangat menyenangkan. Saya heran melihat mereka menyembah Tuhan tanpa rasa malu. Mereka berbeda dengan gereja asal saya. Sementara mereka menyanyi, yang lain ada yang berdoa. Saya kagum, saya melihat dengan kedua mata saya; orang-orang terjatuh ketika mereka maju menerima panggilan altar (altar call) dan di doakan. Saya berpikir bahwa itu bukanlah masalah bagi saya, karena saya pikir itu adalah manifestasi dari Roh Kudus. Bukan hanya itu, saya juga mendengar sebagian dari mereka berbicara bahasa-bahasa yang tidak bisa di mengerti. Pada saat itulah saya mengerti bahwa inilah gereja yang di penuhi Roh Kudus yang sedang saya cari dan akan membaptis saya dengan Roh Kudus.

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya menyaksikan orang-orang berbicara dalam bahasa lidah. Tidak pernah dalam hidup saya melihat ibadah semacam itu. Katolik adalah sekte terbesar yang kami miliki di sini di negara kami. Saya benar-benar ingin dibaptis oleh Roh Kudus dan saya ingin berbicara dalam bahasa lidah. Saya ingin mengalami manifestasi Roh Kudus dan juga mendengar Suara Tuhan. Jadi saya membuat diri saya selalu hadir setiap hari Minggu di gereja itu. Kapanpun mereka mulai melakukan panggilan altar call, saya selalu maju. Mungkin saya akan mendapatkan baptisan Roh Kudus dan akan berbicara dalam bahasa lidah, pada saat mereka menumpangkan tangan atas saya sementara saya menutup mata dengan tangan terangkat ke atas. Namun berkali-kali waktu berlalu tanpa ada sesuatupun terjadi atas saya. Saya berpikir, mengapa begitu sulit untuk menerima baptisan Roh Kudus. Mengapa saya tidak dapat memilikinya sekarang ketika saya benar-benar ingin menerimanya? Untuk itulah saya datang. Tapi saya diam saja. Tetapi ada pesan untuk saya dari Tuhan; Ia mengatakan, “jangan tinggal dalam masa lalu.” Saya berpikir, saya harus mencari tahu apakah ada yang salah dengan saya sehingga saya tidak dapat menerima Roh Kudus.


Saya terus lakukan setiap hari minggu, namun tetap tidak ada sesuatupun terjadi atas saya. Saya berpikir, mengapa Tuhan begitu jauh dari saya? Akankah saya di baptis sebelum pengangkatan tiba? Betapa frustasinya saya. Dan saya perlahan-lahan mundur sedikit demi sedikit sampai saya malas pergi ke gereja. Saya masih lemah dalam masturbasi, dan pornografi. Pada hari-hari itu saya mendengar bahwa masturbasi bukanlah sebuah kejahatan, itu hanya dosa kecil. Saya percaya dengan hal tersebut namun dalam hati saya, saya merasa bahwa itu adalah dosa dan saya tidak boleh melakukannya. Jadi saya mulai mencari tahu tentang hal itu di alam Alkitab, dan itu berbicara tentang percabulan.kemudian saya juga mencari tahu dari internet. Mungkin tindakan masturbasi saya dapat di benarkan, hati nurani saya akan bersih dan saya tetap dapat melakukanknya. Saya telah mencarinya di google dan menemukan beberapa orang berkata itu adalah dosa, dan beberapa orang berkata itu tidak apa-apa di lakukan selama hal tersebut di lakukan dengan pikiran yang bersih. Jadi saya mengambil kesimpulan untuk tetap melakukannya namun itu adalah dosa besar.


Bergabung dengan Network Marketing

Maka suatu hari, teman saya yang lain mengundang saya untuk bergabung dengan bisnis network marketing, dan sayapun bergabung. Saya menyukai team yang saya jumpai beberapa di Antara mereka adalah orang-orang baru bagi saya. Kami bertemu setiap petang untuk makan snack dan diskusikan segala sesuatu tentang bisnis. Mimpi terbesar saya untuk menjadi kaya telah tiba. Orang –orang yang mencapai keberhasilan tertinggi di bisnis ini mereka akan menerima hadiah Ferari, Lamborghini, Audi, BMW, Ford dan Ore. Dan saya berusaha menjadi seperti mereka, namun saya merasa putus asa untuk menjadi seperti mereka, saya berpikir semua akan berjalan dengan baik dan tidak akan ada akhirnya, namun tiba-tiba bencana mengerikan datang kepada kami


Terperangkap dalam Topan Yolanda





Pada 8 November 2013, sebuah topan raksasa Yolanda, memukul kota tempat saya tinggal. Hampir 300.000 orang meninggal dan lebih banyak orang hilang karena gelombang badai besar (tsunami) yang terbentuk dari laut oleh angin yang sangat kuat. Saya menyaksikan bagaimana air naik begitu cepat dan naik ke ketinggian lima hingga enam kaki karena gelombang yang kuat. Hari itu adalah hari yang tidak dapat kami lupakan sepanjang hidup kami. Kami telah menyaksikan tangan Tuhan yang kuat dan kami merasa Tuhan memberi kami beberapa hukuman atas dosa-dosa kami. Semuanya hancur. Rumah-rumah hancur, banyak orang berlindung di kedua sisi jalan, jalan-jalan terhalang oleh banyak tiang lampu yang jatuh, sampah ada di dimana-mana, tidak ada bantuan yang tersedia, tidak ada listrik, orang-orang sibuk berjalan-jalan seperti semut, menjarah di mana-mana, bahaya di jalan, tidak ada polisi dan para tahanan melarikan diri, makanan, air, dan pakaian sulit di dapatkan, kaya dan miskin tidak memiliki perbedaan. Tidak ada orang yang menjual makanan, mereka lebih suka menyimpannya sendiri. Tetapi kami beruntung memiliki persediaan makanan dan air dan segalanya karena kami telah ikut melakukan penjarahan beberapa makanan kering seperti spageti, lasagna, dll ... dari toko kelontong. Itu lebih dari apa yang bisa kami tanggung. Kami baru saja mencicipi penghakiman Tuhan.


Empat hari kemudian, ayah saya datang dan menyelamatkan saya meskipun itu sulit. Saya terkejut karena saya pikir saya akan tinggal dengan tuan rumah kami untuk bertahan hidup. hampir tanpa harapan karena hilangnya signal di kota-kota. Tuhan membuat jalan bagi saya untuk melarikan diri dari kesengsaraan tempat itu.

Kota itu seperti kota hantu yang telah ditinggalkan.Akhirnya kami sampai di rumah kami. Harapan saya untuk menjadi kaya telah hilang. Itu sangat menyedihkan bagi saya dan bagi semua orang.


Kemudian setelah beristirahat selama sebulan, kota Tacloban menjadi hidup kembali meskipun masih ada banyak jejak kerusakan akibat topan Yolanda, dan kesedihan masih ada di mana-mana. Saya telah kembali lagi ke majikan saya dan mendapatkan pekerjaan saya kembali. Saya telah melupakan Tuhan dan Alkitab. Mungkin semuanya akan baik kembali. Saya hanya fokus pada pekerjaan saya.


Mundur

Kemudian, saya mulai mencari seorang gadis yang akan saya cintai selama sisa hidup saya. Dan saya tidak pernah bisa melupakan gadis yang saya temukan ini, yang sangat saya sukai. Namanya adalah Renelda. Dia cantik di mata saya dan menyandra hati saya sangat dalam. Saya mendapat nomornya dua minggu sebelum topan datang. Dia adalah wiraniaga di mal dan ketika saya melihatnya saya telah tertarikkepadanya dan mendapatkan kontaknya. Setelah signal seluler kembali, saya menghubungi dia untuk memastikan apakah dia baik-baik saja. Dia menanggapi teks saya dan akhirnya kami menjadi teman. Saya jatuh cinta padanya tetapi dia dengan jujur ​​mengatakan bahwa dia takut karena apa yang dilakukan mantan pacarnya terhadapnya. Dia mengatakan kepada saya untuk mencari gadis lain tetapi saya mengatakan bahwa saya baik-baik saja dengan dia selama dia mau. Saya sangat mencintainya, Saya bermimpi bahwa suatu saat dia akan menjadi milik saya, jadi saya melakukan yang terbaik untuk mendapatkan dia. Dan dia memberi saya waktu dan tantangan sebelum kami tiba pada jenjang hubungan yang lebih serius.


Setiap hari, dari mulai bangun pagi hingga jam tidur malam tiba, kami saling mengirim pesan dan saling menelepon. Setiap kali ponsel saya berdering, saya merasa senang, pesan yang di kirimkan kepada saya membuat hari saya sempurna. Saya meneleponnya ketika saya tidak memiliki jam kerja. Saya tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya di sepanjang hidup saya, saya tidak pernah memiliki perasaan seperti apa yang dia telah bawa ke dalam hati saya. Saat itu kami masih berteman karena dia butuh waktu untuk melupakan kesengsaraan hidupnya di masa lalu dan dia mengatakan kepada saya untuk menunggu. Kehidupan masa lalunya telah melukai hatinya. Dia menghubungi saya setiap kali dia merasa sedih dan menangis tentang hal itu. Saya memberikan bahu saya sebagai tempat dia menangis pada masa masa penderitaanya.


Setelah beberapa bulan masa penantian, akhirnya dia berkata Ya. Tentu saja hal ini membuat saya penuh dengan kebahagiaan, sekarang dia telah menjadi milik saya. Saya akan menghabiskan banyak pemasukan saya untuk dia. Saya telah terikat dengannya dan semakin tidak kudus. Tidak ada Tuhan di Antara kami. Saya mulai hidup dalam percabulan, ayat-ayat Alkitab terus membanjiri pikiran saya, dan saya berkata kepada diri saya “ mudah-mudahan Tuhan mengampuni saya besok”. Saya selalu datang kerumah dimana dia tinggal pada tengah malam. Dan saya masuk ke kamarnya, terkadang saya takut jangan-jangan dia hamil, dan jika hal itu terjadi, saya akan membayar mahal untuk hal ini dan tidak lama kemudian hal itupun benar-benar terjadi! Suatu hari dia mengirimkan saya sms dan saya sangat di ganggu oleh apa yang dia katakan dalam sms-nya; “ apakah kamu masih ada disni? Saya hamil. Lihat apa yang telah kamu lakukan, saya akan bunuh kamu jika saya bertemu denganmu” ohh betapa hal itu membuat saya sangat kaget. Jantung saya berdenyut dengan cepat dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Banyak pemikiran datang dalam pikiran saya, saya berpikir apa yang harus saya lakukan sekarang? Saya belum siap untuk hal ini. Bagaimana jika Ayah dan Ibu saya mengetahui hal ini? Bagaimana dengan masa depan dan mimpi-mimpi saya? Saya tidak punya uang untuk menanggung tanggung jawab ini. Dia akhirnya memutuskan untuk menggugurkan bayi tersebut. Ohh saya ingin punya anak tetapi dia tidak menginginkannya. dengan mati rasa karena krisis, saya tanpa berpikir panjang telah menyerah. Dia memintai saya uang sebagai biaya aborsi dan saya memberikannya. Kami jauh dari satu sama lain jadi saya tidak tahu apa yang terjadi padanya. Saya tidak ada bersamanya. Saya telah memperdulikan diri saya sendiri lebih daripada sang bayi. Saya tahu bahwa saya telah melakukan pembunuhan. Saya merasa sangat bersalah. Saya ingin diampuni oleh Tuhan. Oh, apa yang sudah saya lakukan ...! Setelah dua bulan, saya mengembalikan ponselnya dan kami tidak berbicara satu sama lain. Dan itulah bagaimana kami mengakhiri hubungan kami. Dia ingin melanjutkan hidupnya. Dan inilah saatnya bagi saya untuk melanjutkan hidup saya sendiri juga. Sangat menyedihkan hubungan kami berakhir seperti ini. Sementara saya masih merasa bersalah atas dosa-dosa yang telah saya lakukan. Saya benar-benar berseru kepada Tuhan supaya saya di ampuni.


Dan kemudian di tahun 2015, saya memutuskan untuk kembali ke kota untuk bekerja sebagai orang gudang di sebuah toko buku terkenal di Filipina. Itu bagus. Ini adalah awal yang baru lagi dari kehidupan baru saya, tanpa komitmen. Saya hanya sibuk bekerja di sana. Setelah beberapa hari berlalu, saya mengundang rekan kerja saya ke tenda panggang, sehingga kami dapat minum beberapa botol bir dengan BBQ untuk menemani kami. Dan saya minum sampai mabuk, hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, karena saya seorang pria penyendiri yang tidak punya keinginan untuk bergaul dengan teman-teman. Ketika saya  mabuk, tidak lama kemudian saya mulai mencurahkan isi hati saya, rasa sakit hati saya dengan rekan-rekan sekerja saya. Saya hanya terus menuangkan kehancuran saya dan saya pikir, dia juga berbagi sakit hatinya kepada wanita yang saya ketahui. Dan setelah beberapa botol bir habis, akhirnya kami mengucapkan selamat tinggal untuk beristirahat.


Dan setelah beberapa minggu, saya bertemu dengan gadis lain yang memikat hati saya sekali lagi dan saya memulai kehidupan percabulan lainnya. Ketika melakukan dosa ini, tulisan ayat-ayat suci dari Alkitab terus membanjiri pikiran saya dengan jelas menyatakan dosa saya. Saya berpikir Tuhan memperhatikan setiap kali saya sedang berbuat dosa.


Tuhan menggunakan pesan akhir zaman untuk menarik perhatian saya


Ini adalah pesan akhir jaman yang Tuhan gunakan untuk menarik perhatian saya lagi. Saya takut jika saya masih tidak mau bertobat, saya akan tertinggal dan menghadapi eksekusi dari anti-Kristus. Jadi hal itu membuat saya ragu-ragu dengan apa yang harus saya lakukan. Haruskah saya mengambil peringatan dan bersiap-siap, atau hanya tenang dan santai saja?


Setelah berminggu-minggu menunggu jawaban, saya telah membuat keputusan. Saya akan meninggalkan semuanya. Saya ingat pada hari ulang tahun terakhir saya, teman dekat saya dan teman sekerja saya memberi saya kaos putih yang memiliki ayat Alkitab yang dicetak di atasnya. Itu adalah Yosua 1: 9. Ia mengatakan, "Jadilah kuat dan berani." Pada awalnya, saya bertanya-tanya mengapa itu dicetak dengan sebuah ayat Alkitab. Teman saya adalah seorang gadis, dia bukan orang Kristen yang dilahirkan kembali dan mungkin dia tidak membaca Alkitab. Dia benar-benar tidak mengenal saya sama sekali, jadi menurut saya itu bukan hanya kebetulan, atau hanya kemeja untuk dipakai yang akan membuat saya berani. Baru kemudian saya menyadari bahwa ini datang kepada saya sebagai “panggilan dari Tuhan.” Jadi saya memutuskan untuk membatalkan semua yang saya miliki: pekerjaan, masa depan, kebanggaan, rencana egois, dan keinginan saya sendiri. Saya harus melakukan sesuatu untuk keselamatan saya sebelum terlambat. Bulan Darah adalah signal bagi saya untuk bersiap untuk sesuatu. Kemudian saya meninggalkan segalanya untuk keselamatan saya. Saya telah membulatkan pikiran saya bahwa saya akan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Tuhan di udara.


Putus asa terhadap baptisan Roh Kudus


Sebelum meninggalkan kota, saya telah membuat rencana untuk mengambil puasa panjang untuk mendapatkan baptisan Roh Kudus. Saya membeli setengah liter madu untuk berpuasa, lalu saya pulang ke rumah. Meskipun sepertinya semuanya sia-sia, saya menjadi sangat berani hanya untuk dibaptis dalam Roh Kudus. Tidak ada yang membantu saya, saya hanya menunggu Tuhan. Dan ketika saya akhirnya tiba di rumah, dalam pikiran saya timbul untuk bertobat dan meminta Tuhan untuk memberikan kesempatan kedua dan meminta pengampunan-Nya. Beberapa hari kemudian, saya memulai puasa kering. Ini pertama kalinya saya melakukannya. Dan saya ingin berdoa untuk pembebasan/kelepasan dan baptisan Roh Kudus. Saya telah memutuskan untuk melakukannya selama tiga hari, selama tubuh saya bisa bertahan. Dan ketika saya berada di hari pertama puasa saya, saya hanya bisa berdoa selama 10 menit lalu tidur. Dan kemudian saya membuka Alkitab untuk membaca sebanyak yang saya bisa. Dan kemudian saya hanya berdiam di dalam kamar saya sambil berbaring, membaca kisah-kisah Alkitab, Surga dan Neraka, mendengarkan lagu-lagu pujian, menonton beberapa khotbah, dan berdoa serta berseru kepada Tuhan untuk meminta suatu tanda. Kemudian hari pertama berlalu dan kemudian tidak ada yang terjadi. Pada hari kedua saya berpuasa, saya sangat lapar. Tubuh saya hampir tidak bergerak. Tiba-tiba, saya sampai pada titik yang tidak dapat saya tahan lagi karena rasa lapar saya. Saya akhirnya melanggar puasa, tetapi saya belum menerima Roh Kudus!


Saya berusaha melakukan puasa lain, tetapi tetap saja saya hanya bisa bertahan satu hari dengan beberapa sendok makan madu. Dan tidak ada yang terjadi. Jadi saya memutuskan jika saya tidak berhasil dalam hal ini, saya akan kembali untuk mencari pekerjaan lagi. Ayah dan ibu saya ingin saya bekerja di Arab Saudi. Di sana, saya bisa bekerja dengan banyak gaji. Jadi saya hanya menyimpan itu dalam pikiran saya. Tetapi tetap saya ingin berada di dalam kehendak Tuhan. Jadi saya selalu berdoa kepada Tuhan supaya saya dibaptis Roh Kudus dan menerima Bahasa lidah secara ajaib, hanya berdoa sendiri.


pada waktu itu, saya sedang membaca buku “Api yang berkobar”. Ketika saya selesai membacanya, saya berdoa kepada Tuhan. Saya berkata, “Tuhan, saya ingin juga menerima karunia ini. saya tidak tahu apa keinginan-Mu untuk saya. Tetapi jika Engkau bersedia Tuhan, berikan saya hadiah ini, tidak ada yang mustahil bagi-Mu. ”Saya telah berdoa seperti itu dan sepertinya saya tidak tertolong. Suatu hari karena saya ingin mentaati Tuhan, jadi saya memutuskan untuk pergi ke kota lagi untuk memberi perpuluhan dan menemukan gereja lain yang dipenuhi Roh Kudus. Pada Sabtu malam, saya tiba di kota dan kemudian pada hari Minggu pagi, saya menghadiri sebuah gereja. Tetapi saya tidak yakin apakah mereka adalah gereja yang dipenuhi Roh Kudus. Itu adalah Gereja Baptis. Jadi saya ingin mencari tahu apakah saya akan menemukan apa yang saya cari di sana. Dan kemudian, setelah memasuki gereja mereka,saya menemukan gereja tersebut adalah gereja yang bagus. Semua orang berpakaian bagus dan saya kewalahan ketika mereka menyapa saya. Saya bersyukur. Pendeta mendekati saya dan menyambut saya. Dia memberikan saya lembaran absensi dan saya di daftarkan di gereja tersebut kemudian Ibadah dimulai.


Ketika mereka menyembah, semua yang ada di pikiran saya adalah bahwa saya harus menerima baptisan Roh Kudus dan saya bersemangat untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda manifestasi Roh Kudus terjadi . Dan seiring berjalannya waktu, saya belum mendengar tanda-tanda seperti berbicara dalam bahasa lidah. Jadi hati saya mulai gelisah, dan saya hanya ingin ibadah ini cepat selesai sehingga saya bisa keluar. Saya tidak sabar untuk keluar dari gereja. Hati saya penuh frustrasi saat saya melanjutkan perjalanan kembali ke tempat di mana saya tiggal. Saya saat itu ada di kota tinggal di toko ayah saya, dan saya tetap tinggal di sana karena itu adalah hari Shabbat. Jadi saya hanya duduk, dan memandangi halaman depan facebook saya. Dan tiba-tiba saya di ingatkan dengan kata “ Blazing Holy Fire/ Kobaran Api Roh kudus” saya tidak pernah mengerti hal tersebut pada saat itu, bahwa Tuhan punya sesuatu yang jauh lebih baik untuk saya, bahwa Dia telah mendengar seruan dan air mata saya, bahwa Dia telah menyiapkan sebuah rencana yang di simpanNya untuk saya.


Pada bulan November 2015 ketika saya menemukan sebuah halaman di facebook "Blazing Holy Fire / Kobaran Api Roh Kudus". Saya telah menambahkannya di Facebook dan saya suka membaca beberapa artikel yang ditulis oleh gereja ini dan saya tahu bahwa Gereja ini adalah gereja yang akan membantu saya. Seorang Sister yang sangat baik dan penuh kasih dari anggota Thailand dari “ Blazing Holy Fire” menawarkan saya bantuan. Dia telah di mentoring oleh “ Blazing Holy Fire” dan telah menerima baptisan Roh Kudus dan Baptisan Api. Dia memberikan banyak waktunya, dan membawa saya untuk menerima pelatihan dan mentoring yang dia sendiri telah terima. Saya di hiburkan dan di kuatkan oleh apa yang saya dengar bahwa kuasa Tuhan tidak terbatas, saya tidak perlu melakukan perjalanan lagi hanya untuk mendapatkan impartasi api Roh Kudus. Dia mengatakan bahwa jarak bukanlah penghalang. Di sinilah awal mulainya mentoring saya dengan “ Blazing Holy Fire”


Kemudian saya menyadari bahwa saya telah ditipu oleh banyak pengkhotbah di YouTube, Facebook, dan banyak artikel yang ditemukan di internet. Saya telah salah percaya tentang akhir zaman, berfokus pada artikel yang mengatakan 'jangan memakai' ini dan itu, pengkhotbah yang mengatakan masturbasi tidak apa-apa, mereka yang mengutuk penyembahan, mereka yang ingin saya menabur benih untuk sebuah berkat financial, dll. Saya mendapatkan semua bantuan yang saya butuhkan untuk mengidentifikasi pintu yang terbuka untuk dosa bisa masuk dalam hidup saya dan menutupnya dan hanya fokus pada Tuhan dan Alkitab. Saya mendapati jiwa saya dalam bahaya jika mengikuti ajaran yang salah dan saya mengusir semua ajaran tersebut keluar dari hidup saya. Saya membaca dengan “ kaca mata rohani" tentang "Penyesatan" dan saya mulai melihat. Kemudian saya merasa sangat bersih dan segar di jiwa saya ketika saya menutup semua pintu itu. Kadang-kadang saya ingin melakukan masturbasi, bermain game android, mengunduh musik durhaka, dll. Tetapi saya berjuang semuanya dengan doa dan membaca Alkitab. Saya selalu berdoa agar daging saya menolak semua itu. Dan dengan bantuan mentoring saudari ini, saya menguasai keberanian untuk melawan semuanya. Meskipun butuh banyak waktu sebelum saya sampai di sini, saya harus mengatakan sekarang hati saya bukan lagi budak dosa. Terima kasih Tuhan Yesus!


Setelah proses pembersihan ini, pada 7 Februari 2016, adalah hari dimana Yesus membaptis saya dengan Roh Kudus. Saya mempersiapkan diri untuk ini dan tempat di mana saya akan berdoa. Saya teringat tempat di pegunungan di mana saya mengambil buah jambu selama masa kecil saya. Jadi saya mengunjunginya lagi untuk menemukan tempat yang memiliki signal yang baik, tempat yang sepi dan tenang. Dan sungguh Tuhan mempersiapkannya saya. Jaraknya kira-kira dua setengah kilometer dari rumah kami. Dia juga menyiapkan anjing untuk menemani saya di gunung. Dan hari Minggu dalam minggu pertama pada bulan Februari kami mulai berdoa untuk itu. Jadi pada hari yang sama saya menerima Bahasa Lidah dan ketika kembali ke rumah di malam hari, saya berdoa dalam bahasa lidah dan dalam pertenganhan doa, saya melihat cahaya yang bersinar dalam penglihatan saya. Saya kagum dan sangat senang.


Dan kemudian, saya memberi tahu ibu saya bahwa saya akan menjalani pelatihan pelayanan selama enam bulan dan saya tidak akan pergi ke Arab Saudi. Awalnya mereka sangat kesal dan berusaha meyakinkan saya untuk pergi ke sana sehingga saya dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka dan ayah saya bisa beristirahat dari pekerjaannya. Ayah saya bekerja sangat keras untuk kami dan tubuhnya telah di paksakan melakukan banyak pekerjaan. Ibu saya mengatakan bahwa ayah saya ingin pensiun tetapi tidak bisa karena tidak ada yang memberi kami makan jika dia tidak bekerja. Saya merasa tidak tega dan kasihan, penuh rasa malu karena saya tidak dapat membantu mereka. Saya takut memikirkan kesehatan ayah saya. Jika tubuhnya sakit, kami tidak akan mampu menanggungnya. Tetapi pada saat yang sama, saya berpikir bahwa suatu saat mereka akan menyadari bahwa saya melakukan hal yang benar. Bahwa saya telah memilih kehendak Tuhan daripada orang tua saya. Saya tahu bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kami dan Dia akan mengurus segalanya. Saya berkata kepada ibu saya bahwa Tuhan akan memberkati kami dan kami tidak perlu khawatir tentang segalanya. Dan akhirnya mereka setuju. Jadi pelatihan saya terus berlanjut dan saya percayakan semuanya kepada Tuhan.


Dan kemudian saya menghabiskan waktu saya membaca Alkitab setiap hari. Saya membaca 10 bab sehari dan berdoa 3 jam sehari. Sekarang saya tahu perbedaannya sebelum dan sesudahnya. Sekarang saya telah menyerahkan hidup saya kepada Tuhan dan saya telah belajar disiplin dan kepatuhan. Saya sekarang belajar kerendahan hati dan juga percaya diri di hadapan Tuhan daripada sebelumnya. Iman saya telah dibangun melalui banyak penderitaan. Rasa sakit dari kehidupan masa lalu saya sembuh dan saya merasa berubah sebagai ciptaan baru. Saya mengakui bahwa semua hal ini mungkin terdengar tidak mudah tetapi kita dapat melakukannya karena ini adalah kehendak Tuhan dan Dia tidak akan memberi kita tantangan yang tidak dapat kita pikul. Bagi saya, ini adalah hal terbaik dan satu-satunya yang harus dilakukan sebelum bersaksi bagi Tuhan karena dengan ini, banyak orang akan di kuatkan.


Saya telah melalui banyak fitnah dan gosip dari tetangga saya dan orang-orang yang mengenal saya. Mereka mengatakan kebohongan tentang saya seperti, saya seorang gay, tidak berguna, tidak ada lagi masa depan, malas, pembohong, dan bekerja keras dengan percuma dengan membaca Alkitab. Mereka mengatakan bahwa saya memiliki roh jahat di dalam diri saya. Mereka mencoba untuk membenarkan diri mereka menggunakan beberapa ayat dari Alkitab sambil minum-minum di rumah mereka. Saya bahkan mendengar mereka melemparkan beberapa celaan. Hal Semacam itu tidak pernah terjadi pada saya. Sering kali saya hanya bisa berdoa dan menangis sementara saya sangat terluka oleh fitnahan mereka. Semua mengejek saya dari berbagai arah. Tuhan telah membuat saya menjadi terang bagi bangsa ini. Saya harus memikul salib saya untuk mengikut Dia. Saya harus ditemukan layak bagi kerajaan-Nya dan nama-Nya, karena saya adalah milik-Nya. Saya harus gigih dan berusaha sampai akhir pelatihan saya.


Pada awalnya hal itu tidak mudah bagi saya. Saya hampir keluar untuk mengemasi barang-barang saya dan pergi dari rumah karena kesalahpahaman ayah saya. Itu terjadi selama musim tanam padi dan beberapa orang yang membantu penanaman berkumpul di rumah kami dan orang tua saya menyiapkan beberapa pesta untuk mereka. Saat itu hari Minggu dan orang tua saya sibuk memasak dan menyiapkan makanan untuk mereka. Tetapi saya beristirahat pada waktu itu dalam ketaatan hari Tuhan untuk menjadikannya kudus. Saya berpuasa dan tinggal di rumah. Kemudian ayah saya mulai melawan saya, tetapi nenek saya tidak mengizinkannya. Jadi saya menangis dan mulai mengemasi barang-barang saya. Ketika nenek melihat saya, air mata mengalir di wajah saya dan saya memeluknya. Dia mencoba menahan saya dan dia menawarkan sedikit uang jika saya tetap akan pergi dari rumah. Akhirnya saya beristirahat di rumah nenek saya. Saya berdoa di sana pada saat itu, setelah berdoa, saya membuka Alkitab. Dan saya menemukan dan membaca ayat ini , “Tidak ada nabi yang dihormati di kotanya sendiri.” Saya menahan diri dan pada hari lain saya baru kemudian pulang.


Saudari yang membimbing saya terus berdoa bersama saya setiap hari Minggu selama satu jam. Dia tidak berhenti memperhatikan saya. Setiap hari Minggu saya bersemangat untuk berdoa bersamanya. Hal itu sangat menguatkan dan menyemangati saya, saya merasa bahwa saya tidak sendirian. dengan rajin dia selalu memanggil saya pada hari Minggu. Saya bisa melihat Yesus dalam dirinya. Saya dapat merasakan kasih Tuhan bagi saya, bahwa saya tidak dilupakan. Melalui dia, kata-kata bijak dan nubuatan mengalir dan melalui mulutnya Tuhan berbicara kepada saya dan membangun saya.

Penganiayaan berlanjut dalam rumah saya sendiri. Saya menjadi khawatir, menjadi pengangguran, gosip, penghinaan, dan fitnah di lingkungan saya. Hari demi hari saya tidak akan mendengar apa pun kecuali uang dan pekerjaan. Mereka berusaha menjatuhkan saya dalam kegagalan saya. Mereka suka membunuh karakter saya di depan mata mereka, sementara saya hanya berfokus pada Tuhan dalam membaca Alkitab dan berdoa. Saya tidak bisa melakukan apa pun kecuali hanya mempercayai Tuhan. Saya telah menyimpan harapan saya bahwa suatu hari nanti entah bagaimana Dia akan mengangkat saya pada waktunya.

Ketika saya terus berdoa bersama saudari itu, saya selalu merasakan api Tuhan ketika saya berdoa. Tidak perduli cuaca pada saat itu panas atau dingin, saya selalu merasakan Api Tuhan bermanifestasi di tangan saya dan di sekitar tubuh saya. Saudari itu mengatakan kepada saya bahwa ini adalah Api Tuhan, dia mengatakan bahwa saya harus terus mengobarkannya untuk membuatnya semakin besar. saya semakin terdorong karena saya menyaksikan Roh Kudus bekerja di dalam diri saya.


Saudara- saudara saya diselamatkan dan dibaptis


Kemudian ketika sedang menjalani pelatihan pelayanan ini, Marian saudari saya menjadi lapar akan Tuhan. saya mengajarkan kisah-kisah Alkitab untuk dia. Dan ketika dia memutuskan untuk dibaptis di air, saya sangat bahagia. Saya menulis surat kepada pengurus pelayanan BHF dan kami semua sepakat untuk membaptisnya. Jadi saya membaptisnya dalam air. Ini adalah pertama kalinya saya membaptis dan saya bersemangat untuk melakukannya. Dan ketika itu selesai, ketika kami berdoa bersama, dia menerima Baptisan Roh Kudus dan bahasa lidah. Ketika kami berdoa, sebuah penglihatan datang kepadanya. Dia melihat sebuah penglihatan cahaya dengan banyak warna dan cahaya putih yang terbentuk seperti manusia. Kemudian setelah pertobatan Marian, adik lelaki saya, Gerald, mengikuti untuk dibaptis dengan Air dan Roh. Dia melihat hal yang sama seperti apa yang dilihat Marian dalam penglihatannya. Dan ketika saya membaptis Gerald, Marian mendengar suara malaikat. Saya senang dan menghargai segalanya di hati saya. BHF mengirimkan Alkitab dan buku-buku lain untuk mensuport pertumbuhan rohani kami. Mereka juga memberi kami buku cerita dari Alkitab untuk anak-anak. Kami sangat diberkati untuk memiliki Keluarga sejati di dalam Kristus Yesus.


Dan kemudian kami memutuskan untuk menjadwalkan waktu berdoa dengan anak-anak. Kami akan berdoa bagi mereka setiap hari Sabtu dan selama hari Minggu. Saya tertawa ketika saya mendengar mereka berdoa dalam bahasa lidah bersama. Itu menggelitik hati saya. Mereka berhenti ketika mereka lelah. Dan kemudian setiap malam sebelum tidur, saya membaca bersama mereka buku-buku cerita Alkitab. Marian dan Gerald mulai belajar lebih banyak tentang Tuhan. Keinginan menonton televisi tiba-tiba berhenti dan mereka berhenti pergi ke Gereja Katolik. Semakin banyak penganiayaan terjadi tetapi kami membuat keputusan dan menetapkan pikiran kami untuk bertahan dan tetap mengikuti Yesus sampai akhir.


Menerima tarian suci ( Tarian dari Roh kudus)


Kemudian, saya ingin menerima hadiah Tarian dari Roh Kudus, seperti bagaimana BHF dengan bebas menari di hadapan Tuhan selama ibadah mereka. Saya menginginkan ini sejak lama tetapi baru mendapatkannya ketika saudari itu mendorong saya untuk berdoa untuk hal tersebut. Saya diarahkan untuk membaca artikel tentang itu di heavenzjoy.org. Kemudian saya mengikuti instruksi dan saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikannya kepada saya. Dan kemudian setelah menunggu kurang lebih 40 menit , saya merasakan Roh Kudus mengarahkan saya dalam gerakan. Saya menari dan saya memiliki sukacita menari dengan lagu-lagu pujian. Sekarang saya menyembah Tuhan melalui karunia ini. Saya memuji Tuhan, Dia telah memberi saya karunia ini. Ini adalah mukjizat dari Tuhan. Bayangkan, saya sekarang menari tarian surga! Seperti yang tertulis di Alkitab, “Biarlah Kerajaanmu datang, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Surga.” Saya merasakan lebih banyak Api di tangan saya dan saya dapat merasakan kehadiran Elohim yang menyala-nyala. Saya bisa merasakan perlawanan di antara kedua tangan saya seperti magnet, saling berlawanan ketika keduanya memiliki medan magnet yang sama. (Positif-positif, Negatif-negatif.)


Saya berumbuh dalam hubungan saya dengan Tuhan. Setiap hari Tuhan memberi saya pewahyuan ketika saya membaca Alkitab melalui fakta-fakta dalam situasi kehidupan. saya seperti dilatih sebagai seorang prajurit sejati di medan perang. Saya mendapat banyak ide dan mendapat banyak hikmat. Saya tumbuh dan belajar menerapkan segala perkataan-Nya. Sekarang saya tahu perbedaan antara pelatihan penuh waktu dan paruh waktu di dalam Tuhan. Tuhan suatu hari akan menggunakan saya sebagai prajurit-Nya bagi banyak orang untuk diselamatkan.


Lebih banyak anak-anak diselamatkan dan dibaptis


Tuhan menggunakan Marian menyatakan kepada beberapa teman sekelasnya siapa ituTuhan. Teman-teman sekelasnya memutuskan untuk masuk ke rumah kami untuk belajar lebih banyak tentang Alkitab. Pada awalnya, saya hanya mengharapkan lima orang. Tetapi ketika saatnya tiba, anak-anak tetangga saya juga datang. Jadi saya pikir, wow, Tuhan memanggil orang-orang pilihan-Nya dan Dia mengumpulkan mereka bahkan mereka tidak menyadarinya. Pertama kali saya mengajari mereka tentang Cinta Tuhan. Dan saya meyakinkan mereka untuk menerima karunia hidup kekal dari Tuhan sebagai Kasih-Nya bagi mereka. Jadi mereka semua mengangkat tangan. Dan saya telah menuntun mereka doa pengakuan dosa dan penerimaan karunia kehidupan kekal di dalam Kristus Yesus. Dan akhirnya mereka semua menerima cinta Tuhan dan mereka sekarang menjadi bagian dari anggota Kerajaan Sorga.


Dan kemudian, sedikit demi sedikit anak-anak bertambah jumlahnya. Mereka sekarang ada 15 anak . Nama mereka adalah: Abby, Meever, Menard, Mercy, Joshua, Seni Bersih, Alfie, Jelyn, Jackelyn, Joshua (yang lain), Kevin, Edward, Ainah, Marian dan Gerald. Mereka sekarang telah di selamatkan. Dan saya sekarang melayani mereka setiap kali ada kesempatan. Saya tiba-tiba menyadari bahwa saya mulai sibuk untuk anak-anak ini dengan bantuan Tuhan. Saya membuat gambar dan beberapa tulisan untuk ditulis di buku catatan mereka. Mereka selalu belajar setiap kali saya mengajarkan mereka tentang Tuhan, dosa-dosa, tentang Surga dan Neraka, doa, tentang baptisan Roh Kudus, dan banyak lagi. Dan kemudian saya membaptis mereka bertiga dalam air. Dan semua dari mereka telah dibaptis oleh Roh Kudus dan telah mereka telah menerima karunia berbahasa lidah, Tarian Roh Kudus dan Api Suci. Mereka juga mendapat karunia penglihatan. Setiap kali ada seorang anak yang sakit, mereka akan berdoa dan meletakkan tangan mereka pada anak itu. Dan setelah hari berikutnya, anak tersebut sembuh. Setiap kali kami bertemu dan berdoa bersama, masing-masing dari mereka akan selalu mendapatkan penglihatan. Mereka semua kagum karena mengalami kebenaran Elohim. Mereka selalu suka berdoa dan meskipun mereka masih lemah, saya tahu bahwa Tuhan akan mengurus segalanya. Saya sekarang dikuatkan untuk melayani Tuhan dan berada di dalam kehendakNya.



Anak-anak sekarang bertobat dari dosa-dosa mereka. Yang lain tidak ingin menonton televisi lagi dan yang lain masih lemah. Saya hanya menunjukkan kasih kepada mereka dan mendorong mereka. Kami bertemu dan berdoa dalam bahasa lidah, tarian suci dan kami belajar Firman Tuhan.


Segalanya tidak mudah, masih ada penganiayaan, di mata keluarga saya, saya tidak punya pekerjaan tapi saya memilih tinggal di sini bersama anak-anak. Saya percaya bahwa Tuhan akan menyediakan bagi kami dan Dia sudah mengurus semuanya melalui pelayanan BHF. Saya menyadari bahwa saya perlu bekerja penuh waktu untuk pelayanan anak-anak. Karena mereka selalu ada di sini setiap hari. Dan ketika saya bertanya kepada mereka tentang orangtua mereka, saya bersukacita dan semakin di kuatkan karena mereka mengatakan bahwa orang tua mereka setuju dan ingin mereka dilayani oleh saya. Jadi saya terus melayani Tuhan demi kepentingan Kerajaan-Nya. Dia akan mengurus segalanya. Sekarang saya mengalami pembaharuan dalam Roh saya setiap hari. Saya bersemangat untuk melangkah lebih jauh bagi Tuhan. Tuhan itu hebat. Saya memberikan semua Kemuliaan kepada Tuhan, dan kepada Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita.


Inilah Kesaksian saya. Terima kasih sudah membacanya. Semoga Tuhan memberkati dan menguatkan Anda!

60 tampilan
Blazing Holy Fire Indonesia

Hubungi Kami

©2023 by Blazing Holy Fire Indonesia. 

  • Blazing Holy Fire Youtube
  • Blazing Holy Fire Indonesia Facebook